PERMASALAHAN YANG PERNAH SAYA HADAPI DAN CARA MENGATASINYA

nama        : dhaawii ghathfan fayadh

kelompok : 12_LIMBIC


PERMASALAHAN YANG PERNAH SAYA HADAPI DAN CARA MENGATASINYA

Setiap orang pasti pernah mengalami berbagai macam permasalahan dalam hidupnya. Permasalahan tersebut bisa datang dari lingkungan, diri sendiri, maupun dari tuntutan yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Begitu pula dengan saya. Salah satu permasalahan yang pernah saya hadapi dan menurut saya cukup berpengaruh terhadap kehidupan saya adalah masalah menunda pekerjaan atau sering disebut procrastination. Kebiasaan ini sudah berlangsung cukup lama dan berdampak buruk baik terhadap prestasi akademik, kesehatan mental, maupun hubungan saya dengan teman atau keluarga. Pada mulanya saya merasa hal ini biasa saja. Saya selalu berpikir masih ada waktu, saya bisa mengerjakan tugas besok, atau saya merasa baru bisa bekerja ketika waktu sudah mepet. Tanpa saya sadari, kebiasaan tersebut justru membuat tugas semakin menumpuk dan membuat saya merasa lebih tertekan.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya akan mengidentifikasi masalah tersebut dari berbagai sudut pandang:

  1. Masalah Internal (Dalam diri sendiri)
    Saya seringkali merasa kurang termotivasi di awal. Saat mendapatkan tugas, saya justru memilih aktivitas yang lebih menyenangkan, seperti bermain game, menonton film, atau sekadar berselancar di media sosial. Saya juga memiliki rasa perfeksionis yang terkadang membuat saya takut untuk memulai. Jika saya tidak yakin hasilnya akan sempurna, saya lebih memilih tidak mengerjakannya sama sekali.

  2. Masalah Manajemen Waktu
    Saya sering salah dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Saya berpikir bahwa mengerjakan tugas hanya membutuhkan waktu satu atau dua jam, padahal kenyataannya bisa lebih lama. Akhirnya, saya terjebak dalam situasi di mana saya harus mengerjakan semuanya dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan stres berlebih dan kualitas pekerjaan menurun.

  3. Dampak yang Timbul
    Karena kebiasaan menunda, saya sering merasa cemas dan tertekan setiap mendekati tenggat waktu. Tugas yang harusnya bisa dikerjakan dengan tenang menjadi tergesa-gesa. Hal ini membuat hasil pekerjaan saya sering tidak maksimal. Saya juga menjadi kurang tidur karena terkadang harus begadang mengerjakan tugas yang seharusnya sudah selesai jauh sebelumnya. Selain itu, saya terkadang dianggap tidak disiplin oleh orang lain karena sering menyelesaikan sesuatu di waktu terakhir.

Setelah menyadari bahwa kebiasaan ini dapat memberikan dampak buruk terhadap kehidupan saya, saya mulai mencoba mencari cara untuk mengatasinya. Berikut adalah tiga cara yang saya lakukan berdasarkan pengalaman pribadi saya:

1. Membuat Jadwal dan Perencanaan yang Realistis

Saya mulai membuat to-do list harian dan mingguan. Setiap pagi atau malam sebelumnya, saya menuliskan apa saja yang harus saya selesaikan pada esok hari. Namun tidak hanya sekadar membuat daftar, saya juga memberikan batas waktu pada setiap tugas. Saya mencoba memperhitungkan waktu pengerjaan dengan lebih realistis. Jika tugas terasa berat, saya memecahnya menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan. Dengan cara ini, saya lebih terarah dan tidak mudah terdistraksi. Setiap kali berhasil menyelesaikan satu tugas, saya memberi tanda centang pada daftar. Hal tersebut memberikan rasa kepuasan tersendiri yang akhirnya menjadi motivasi untuk tetap konsisten.

2. Mengurangi Gangguan dan Membangun Lingkungan Belajar yang Kondusif

Saya menyadari bahwa salah satu faktor terbesar penyebab saya menunda pekerjaan adalah ponsel dan media sosial. Ketika saya mulai mengerjakan sesuatu, tanpa sadar saya membuka aplikasi lain, lalu waktu saya habis terbuang. Untuk mengatasi hal ini, saya mulai membatasi waktu bermain ponsel dan mematikan notifikasi saat sedang belajar atau mengerjakan tugas. Saya juga menyediakan tempat khusus untuk belajar yang rapi dan tidak memiliki banyak distraksi. Dengan kondisi lingkungan yang mendukung, saya merasa lebih fokus dan mudah menyelesaikan pekerjaan.

3. Memberi Self-Reward dan Mengubah Pola Pikir

Saya mulai mencoba berpikir bahwa menyelesaikan tugas lebih awal justru memberikan saya lebih banyak waktu untuk bersantai tanpa rasa bersalah. Selain itu, setiap kali saya berhasil menuntaskan sesuatu sesuai rencana, saya memberikan hadiah kecil untuk diri saya sendiri, seperti menonton film, menikmati camilan favorit, atau bermain game sebentar. Hal ini membantu otak saya untuk mengasosiasikan kerja keras dengan perasaan senang. Lama kelamaan, saya menjadi lebih bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

resume materi pkkmb dhaawii ghathfan fayadh

resume pkkmb day 2 dhaawii ghathfan fayadh